8 PELATIH SEPAKBOLA YANG PALING DIREMEHKAN

Dunia kepelatihan sepakbola dapat menjadi proses yang panjang dan melelahkan. Dengan begitu banyak persiapan, peran pembinaan dapat menjadi hal yang tak terduga sebagai tim musiman. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah alasan yang berbeda. Sebagai contoh pertama, banyak temperamen yang harus ditangani setiap harinya.

Selain itu, seorang pelatih harus memperhitungkan fakta bahwa mereka harus menghadapi situasi yang tak terduga untuk mencapai kesuksesan. Entah apakah ia seorang Roman Abramovich atau pelatih di suatu liga yang rendah, seorang pelatih dituntut harus bisa menghadapi segala sesuatu yang secara harfiah ditujukan ke arahnya.

Selanjutnya, pelatih harus bisa bangkit dengan cepat dan membawa kesuksesan untuk klub tertentu jika tidak tentu mereka akan diremehkan oleh banyak pihak. Dan inilah 8 pelatih sepakbola yang paling diremehkan, diantaranya adalah :

1. Diego Simeone

Sejak ia tiba di La Liga, Diego Simeone telah mencapai keberhasilan yang menakjubkan selama bertugas di lapangan hijau Vicente Calderon. Mantan pesepakbola timnas Argentina ini telah mendorong Atletico Madrid ke gelar Liga Eropa dan pernah meraih gelar La Liga. Bahkan Atletico hampir meraih gelar ganda pada tahun 2014 ketika mereka mencapai ajang final UEFA Liga Champions.

Didalam ajang tersebut, mereka harus melawan Real Madrid dan berhasil unggul dengan skor 1-0, semua menggangap jika Atletico akan merajai Eropa saat itu. Namun mimpi buruk Simeone datang ketika memasuki menit ke-88 ketika muncul Sergio Ramos dengan sundulannya merobek gawang Atletico Madrid. Klub Atletico Madrid hingga kini memiliki finansial yang terbatas serta permainan yang belum sempurna sehingga kinerja Diego Simeone sangat diremehkan.

2. Mark Warburton

Dengan kemungkinan yang tidak hanya satu tetapi dua promosi berturut-turut, sang pelatih Brentford, Mark Warburton telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Berbasis di jantung London Selatan, Brentford telah mendominasi padang gurun sepakbola selama beberapa waktu. Namun Warbuton dipastikan akan berubah ketika ia memandu Brentford untuk mempromosikan permainan mereka di musim ini.

Mereka bahkan berhasil naik ke Liga Premier dan beberapa pendukung Bees begitu puas melihat kinerja pelatihnya. Mereka berhasil mendapatkan tempat mereka setelah Brentford mengalahkan Wigan Athletic dengan skor 3-0 pada hari terakhir di musim ini. Tetapi ada sepenggalan cerita di dunia sepakbola tentang Warburton yang telah dibebaskan dari tugasnya pada akhir musim setelah semua hal yang terjadi pada Brentford.

3. Alan Pardew

Bagaimana waktu telah merubah Newcastle United? Beberapa protes muncul di rezim Mike Ashley dan timnya, ketika mereka sedang melangsungkan kampanye di Liga Premier. Setelah John Carver mengambil alih tugas kepelatihan tersebut, Newcastle pun menjalani hari-hari yang begitu mengerikan seperti menelan 8 kekalahan secara beruntun. Sebelumnya, Alan Pardew telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik walaupun dana finansial di klub begitu terbatas.

The Toon Army membuktikan sulit untuk mengalahkan dan Newcastle bahkan finish di tempat kelima dibawah Pardew saat melakoni musim debutnya. Kemungkinan Newcastle akan terdegradasi, itu semua karena mereka telah memberhentikan Pardew terlalu cepat.

4. Joe Fargan

Joe Fagan adalah legenda Liverpool dan mempunyai tingkat paling tinggi dalam daftar ini. Ia begitu dihormati di Merseyside, Fagan adalah seorang pelatih yang handal dan merupakan bagian integral dari budaya Liverpool. Namanya telah melegenda di kalangan pendukung Liverpool untuk memproduksi serangkaian pelatih lainnya, tetapi ia juga dipuja karena telah berhasil melakukan pendekatan modern dalam permainan sepakbola.

Dia membayar perhatian khusus untuk kebugaran dan ditempatkan banyak penekanan pada pemulihan. Fagan bertanggung jawab di Anfield selama 2 tahun namun warisannya akan selalu dikenang. Dia telah bertanggung jawab untuk membawa dan memelihara Roger Hunt saat berada di Liverpool selama hampir 3 dekade. Selama ini, ia mencapai kesuksesan fenomenal dalam sejarah yaitu membuat tim Inggris, Liverpool mengangkat 3 piala dalam satu musim.

5. Ronald Koeman

Dianggap sebagai salah satu pelatih teratas dalam beberapa tahun terakhir, Ronald Koeman telah melakukan pekerjaan yang luar biasa selama menangani Southampton. Ronald Koeman merupakan mantan bek Barcelona yang terkenal karena ia pernah mencetak gol kemenangan dalam ajang final Piala Eropa saat melawan Sampdoria.

Di lain sisi, juga menampilkan Pep Guardiola muda. Dalam musim pertamanya saat bertugas di St Mary, Koeman harus mengambil potongan-potongan di musim panas karena banyak anak asuhnya yang hengkang. Mulai dari Dejan Lovren ke Rickie Lambert, tim utama Southampton seakan tercabik-cabik. Banyak yang khawatir saat Koeman mengambil alih Southampton, namun kini ia telah mengarahkan klubnya ke posisi Liga Eropa.

6. Michael Laudrup

Salah satu pesepakbola lain yang telah beralih ke bidang kepelatihan adalah Michael Laudrup. Mantan pemain timnas Denmark ini sangat dihormati di seluruh penjuru sepakbola karena pernah membela klub Barcelona dan klub di Skotlandia, Glasgow Rangers. Karir bergengsinya tidak berhenti sampa ia memutuskan untuk menjadi pelatih.

Di atas kertas, tampaknya Laudrup cukup berhasil terutama ketika ia menangani salah satu klub Liga Premier, Swansea City. Tim Welsh Valleys pernah hampir lenyap sekitar satu dekade lalu, tetapi Laudrup berhasil mengarahkan mereka mendarat ke 10 besar di Liga Premier.

Selain itu, ia juga memenangkan Piala Carling saat Laudrup memimpin Swansea mengalahkan Bradford dengan skor 5-0 di Stadion Wembley. Ini adalah pertama kalinya The Swans mengangkat kemenangan besar setelah puasa gelar lebih dari satu abad.

7. Mark Hughes

Dengan karir yang berkilauan saat menangani Bayern Munchen, Barcelona, dan Manchester United pastinya Mark Hughes mempunyai lemari yang penuh dengan piala. Sejauh catatan kepelatihan yang ditorehkannya, tampaknya tidak ada keraguan yang telah ia buat di sebagian klub. Dia pernah memimpin Blackburn Rovers ke ajang semifinal Piala FA sebanyak 2 kali dan bahkan ke Eropa, sungguh ia tidak boleh diremehkan.

Kegagalannya di Queens Park Rangers terlihat jelas dan oleh karena itu ia memutuskan untuk mengelola Stoke City. Saat ini dibawah asuhan Hughes, Potters sedang berada di jalur untuk meraih poin perhitungan tertinggi di Liga Premier. Hasil ini terlihat ketika Hughes memetik kemenangan dengan skor 3-2 atas Arsenal di Stadion Britannia.

8. Sam Allardyce

Meskipun ia menghabiskan waktunya yang bergejolak di Tyneside di Newcastle United, Sam Allardyce adalah salah satu pelatih teratas. Pria yang merupakan mantan pemain Bolton Wanderers ini telah membawa pemikiran teknik dan gaya tradisionalnya untuk efek yang besar bagi klub. Tak banyak orang yang ingat ketika ia mengambil alih Trotters dalam sepakbola Eropa dan finish di urutan kedelapan.

Selanjutnya, ia pun melatih Blackburn Rovers dan baru-baru ini melatih West Ham United dimana sampai pada hari Natal mereka telah menempati urutan keempat. Kemungkinan gaya dan taktik Allardyce sempat dikritik beberapa pihak, tetapi tidak ada satupun yang dapat menyangkal catatan mengesankan yang pernah ditorehkannya di dalam dunia sepakbola.

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *